Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, mengaku mengalami kesulitan tidur akibat menyaksikan eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Pernyataan ini disampaikannya dalam sambutan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN di Jakarta Selatan.
Kekhawatiran yang Mengganggu Istirahat
“Perkembangan dunia saat ini sudah jelas terlihat oleh kita semua. Saya sendiri, Pak Hatta, kerap menjadi sulit tidur ketika melihat serangan Amerika-Israel terhadap Iran. Rasanya tidak bisa memejamkan mata,” ujar Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas.
Ia menilai situasi yang terjadi di kawasan Timur Tengah berada di luar batas nalar kemanusiaan. “Ini di luar nalar, melampaui batas-batas kita sebagai manusia. Bahkan bisa dibilang biadab, terlebih dengan apa yang menimpa Palestina di Gaza. Kita hanya bisa berdoa, dan itu yang membuat kami susah tidur,” jelasnya dengan nada prihatin.
Dampak Konflik yang Meluas Global
Zulhas lebih lanjut menuturkan bahwa dampak konflik tersebut tidak terbatas pada wilayah Timur Tengah saja, tetapi telah merambat ke berbagai belahan dunia lainnya.
“Saudara-saudara sekalian, kita menyaksikan dampaknya di Eropa, Timur Tengah, Asia, bahkan di kawasan ASEAN. Hampir semua negara kini merasakan efeknya. Sebagai contoh, Filipina telah mengumumkan status darurat energi,” paparnya.
Gelombang Krisis yang Terus Berlanjut
Ia melanjutkan gambaran tentang dampak yang meluas, “Pakistan dan India juga mulai merasakan imbasnya. Bahkan di Amerika Latin, dilaporkan ada pemadaman listrik dan kelangkaan bahan bakar hingga aktivitas masyarakat terganggu.”
Pernyataan Zulkifli Hasan ini menyoroti betapa konflik geopolitik di satu wilayah dapat memicu gelombang krisis, termasuk krisis energi, yang dirasakan oleh negara-negara yang secara geografis jauh dari pusat pertikaian.
