Prabowo Ungkap Kekhawatiran Dunia Soal Ancaman Perang Dunia III

Prabowo Ungkap Kekhawatiran Dunia Soal Ancaman Perang Dunia III

Prabowo Ungkap Kekhawatiran Dunia Soal Ancaman Perang Dunia III

youforgottorenewyourhosting — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa banyak pemimpin dunia yang merasa khawatir akan potensi pecahnya Perang Dunia Ketiga. Menurutnya, Indonesia akan merasakan dampak konflik global tersebut meskipun tidak terlibat secara langsung dalam peperangan.

Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Jawa Barat, pada Senin, 2 Februari 2026. Ia baru saja kembali dari pertemuan dengan sejumlah tokoh internasional di Eropa, termasuk dalam forum World Economic Forum di Davos.

Dampak Serius bagi Indonesia

Prabowo menjelaskan bahwa ancaman terbesar dari Perang Dunia Ketiga adalah kemungkinan terjadinya perang nuklir. Jika hal itu terjadi, dampaknya akan menyebar luas, termasuk ke wilayah Indonesia.

“Ada simulasi, kalau terjadi Perang Dunia Ketiga yang melibatkan senjata nuklir, kita yang tidak terlibat saja pasti kena. Kita akan terkena partikel-partikel radioaktif. Mungkin ikan-ikan kita nanti akan terkontaminasi semua,” ujar Prabowo.

Lebih lanjut, ia memperingatkan potensi terjadinya ‘nuclear winter’, yaitu kondisi di mana debu dan material hasil ledakan nuklir menghalangi sinar matahari selama bertahun-tahun, menciptakan efek seperti musim dingin yang berkepanjangan.

Bahar bin Smith Terjerat Kasus Penganiayaan Anggota Banser

Berita lain yang mencuat adalah tersangkanya Bahar bin Smith dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Tangerang bernama Rida. Insiden ini terjadi pada acara Maulid Nabi Muhammad di Cipondoh, Kota Tangerang, pada 21 September 2026.

Ketua GP Ansor Kota Tangerang, Midyani, mengonfirmasi bahwa Rida adalah anggotanya yang juga menjabat sebagai pengurus di tingkat kecamatan. Menurut keterangan, Rida hadir di lokasi untuk menyaksikan ceramah dan bermaksud bersalaman dengan Bahar bin Smith sebelum insiden penganiayaan terjadi.

Eks Wamenaker Noel Berhenti Bicara Soal ‘Partai K’

Di berita terpisah, mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel, menyatakan akan menghentikan komentarnya mengenai keterlibatan yang disebutnya ‘Partai K’ dalam kasus pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Noel, yang merupakan mantan pimpinan ormas Prabowo Mania 08, sebelumnya vokal menyebut ada keterlibatan partai dalam kasus yang menjeratnya sebagai terdakwa. Namun, dalam keterangannya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (2/2/2026), ia mengaku mendapat perintah untuk tidak membicarakan hal tersebut lebih lanjut.

“Sebetulnya lidah saya sudah ingin membicarakannya hari ini, ingin saya persempit, K ini. Tapi jangan dulu komentar soal itu, katanya biar para elite ini tenang dulu. Perintahnya begitu,” ujar Noel. Saat ditanya siapa yang melarangnya, Noel memilih tutup mulut namun menegaskan bahwa ia sangat menghormati sosok tersebut.

Back To Top