Prabowo Paparkan Peluang Investasi dan ART ke Pengusaha AS

Prabowo Paparkan Peluang Investasi dan ART ke Pengusaha AS

youforgottorenewyourhosting — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pidato selama kurang lebih 45 menit di hadapan para pengusaha terkemuka asal Amerika Serikat. Dalam forum tersebut, Prabowo secara khusus membahas rencana penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik (ART) antara kedua negara.

Indonesia Destinasi Investasi yang Kondusif

Dalam paparannya, Presiden memaparkan kondisi Indonesia yang dinilai sangat kondusif dan terbuka bagi arus investasi. Prabowo menyoroti berbagai peluang kerja sama strategis yang dapat dijajaki, dengan penekanan pada sektor energi dan sumber daya mineral. Salah satu potensi besar yang diangkat adalah cadangan rare earth atau logam tanah jarang yang dimiliki Indonesia.

Prabowo juga menyampaikan sejumlah capaian penting selama satu tahun pertama pemerintahannya, serta memaparkan program-program prioritas yang akan menjadi fokus ke depan.

Ajakan untuk Jadi Mitra Strategis

“Saya telah bertemu dengan banyak pimpinan perusahaan AS dalam waktu singkat selama kunjungan ini. Pertemuan dengan Anda semua hari ini semakin memperkuat optimisme saya. Kami menginginkan perusahaan-perusahaan AS menjadi mitra strategis dalam pembangunan Indonesia,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Dia menegaskan komitmen pemerintah Indonesia, dari masa ke masa, untuk selalu menjadi tuan rumah yang baik bagi para investor. Tradisi untuk menciptakan iklim usaha yang aman dan mendukung akan terus dilanjutkan.

“Saya yakin banyak pelaku usaha lama yang telah berkontribusi pada perekonomian kami akan mengakui hal ini. Pemerintah Indonesia, dan saya pribadi, berkomitmen untuk melanjutkan tradisi melindungi investor, menjadi tuan rumah yang baik, dan menciptakan iklim investasi yang positif,” tegas Prabowo.

Dihadiri Delegasi dan Pengusaha Papan Atas

Dalam pertemuan penting ini, Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Hadir mendampingi antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani.

Turut hadir pula Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo. Dari kalangan pengusaha, pertemuan ini dihadiri oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas, dan Chairman of the Board of Freeport-McMoRan Inc Richard C. Adkerson.

Back To Top