Pemulihan Sektor Pertanian Pasca Bencana Dapat Anggaran Triliunan

Pemulihan Sektor Pertanian Pasca Bencana Dapat Anggaran Triliunan

Cvtogel — Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyiapkan langkah strategis dan anggaran khusus untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian di daerah yang terdampak bencana hidrometeorologi. Langkah cepat ini diambil menyusul terjadinya banjir bandang, luapan sungai, dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Alokasi Anggaran untuk Pemulihan

Guna mendukung upaya pemulihan, Kementan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,49 triliun dari APBN 2026. Tidak hanya itu, pemerintah juga mengusulkan tambahan anggaran senilai Rp5,1 triliun untuk mempercepat proses rehabilitasi di ketiga provinsi yang terdampak parah tersebut.

Dampak Luas pada Sektor Pertanian

Bencana yang terjadi memberikan dampak signifikan terhadap pertanian dan infrastrukturnya. Daerah seperti Aceh Tamiang, Agam, Sibolga, serta Tapanuli Utara, Tengah, dan Selatan termasuk yang mengalami kerusakan paling parah.

Kerusakan pada Lahan Pertanian

Berdasarkan data per 13 Januari 2026, luas sawah yang terdampak di tiga provinsi mencapai 107.324 hektare. Kerusakan tersebut terbagi menjadi rusak ringan (56.077 hektare), rusak sedang (22.152 hektare), dan rusak berat (29.095 hektare). Yang lebih memprihatinkan, lahan tanaman padi dan jagung yang mengalami puso atau gagal panen mencapai 44,6 ribu hektare.

Kerusakan juga meluas ke komoditas perkebunan non-sawit seperti kopi, kakao, dan kelapa dalam seluas 29.310 hektare. Sementara itu, lahan hortikultura yang terdampak tercatat seluas 1.803 hektare.

Korban pada Peternakan dan Infrastruktur

Dampak bencana juga dirasakan pada sektor peternakan, dengan lebih dari 820 ribu ekor ternak dilaporkan mati atau hilang. Di sisi infrastruktur, kerusakan yang tercatat cukup masif, meliputi:

  • 58 unit Rumah Potong Hewan (RPH)
  • 2.300 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) hilang
  • 74 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) rusak
  • 3 bendungan rusak
  • Jaringan irigasi rusak sepanjang 152 kilometer
  • 820 unit jalan produksi terdampak

Data yang Terus Diperbarui

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa data dampak bencana ini bersifat dinamis dan terus diperbarui setiap hari. Pembaruan data dilakukan melalui koordinasi intensif antara unit Eselon I Kementerian Pertanian dan dinas pertanian di daerah-daerah yang terdampak. Hal ini untuk memastikan respons dan penyaluran bantuan dapat tepat sasaran sesuai dengan kondisi lapangan yang terbaru.

Back To Top