youforgottorenewyourhosting — Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara tata kelola minyak dan produk kilang perusahaan tersebut. Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, terungkap fakta menarik mengenai kinerja salah satu anak usaha Pertamina.
Laba PT PIS Melonjak Drastis
Kuasa hukum terdakwa, Yoki Firnandi, Wimboyono Senoadji, mengajukan pertanyaan kunci kepada Nicke Widyawati. Ia menanyakan apakah Nicke mengetahui bahwa laba PT Pertamina International Shipping (PIS) meningkat empat kali lipat di bawah kepemimpinan kliennya.
“Pada saat kepemimpinan Pak Yoki, Ibu tahu tidak PIS dapat laba hingga empat kali lipat, mencapai sekitar Rp 9 triliun?” tanya Wimboyono dalam sidang, Selasa (20/1/2026). Angka tersebut melonjak dari pencapaian sebelumnya yang berkisar di Rp 2 triliun.
Konfirmasi dari Mantan Dirut
Nicke Widyawati membenarkan klaim tersebut. Ia menjelaskan bahwa tahun 2023 merupakan periode terbaik bagi Pertamina dan seluruh anak perusahaannya dari sisi pendapatan dan kinerja keuangan.
“Iya, karena semua subholding mengalami kenaikan pada saat itu. Tahun 2023 adalah prestasi terbaik Pertamina, baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih,” jawab Nicke tegas.
Pertanyaan atas Kontradiksi Dakwaan
Wimboyono kemudian menyoroti kontradiksi yang muncul. Ia mengungkapkan kebingungannya karena fakta kinerja gemilang ini justru bertolak belakang dengan dakwaan yang diajukan jaksa.
Jaksa penuntut menyatakan bahwa kliennya didakwa menyebabkan kerugian negara sebesar USD 2,4 miliar atau setara Rp 40,6 triliun. Padahal, menurut Wimboyono, Pertamina justru mencatatkan pendapatan terbesar pada tahun 2024, yang mencapai Rp 70 triliun.
“Hal ini kan bertolak belakang dengan dakwaan yang menjerat klien kami, yang menyebut dampak operasional dan bisnis Pertamina periode 2018-2023,” ujarnya. Ia kemudian meminta penjelasan Nicke mengenai performa PIS secara spesifik di bawah kepemimpinan Yoki Firnandi.
Pertumbuhan Pasar yang Signifikan
Menanggapi pertanyaan tersebut, Nicke Widyawati memberikan penilaian positif. Ia mengakui bahwa kepemimpinan Yoki Firnandi di PIS diwarnai oleh pertumbuhan bisnis yang pesat.
“Pak Yoki menjadi Dirut di PIS, pertumbuhan pasarnya luar biasa besar,” jelas Nicke, menggarisbawahi keberhasilan yang dicapai selama periode tersebut.
Pernyataan saksi kunci ini menyiratkan adanya perbedaan perspektif yang tajam antara catatan kinerja perusahaan dan tuduhan hukum yang sedang disidangkan.
