JK Soroti Kerugian Triliunan Akibat Banjir Jakarta

JK Soroti Kerugian Triliunan Akibat Banjir Jakarta

youforgottorenewyourhosting — Ketua Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, menyoroti besarnya dampak finansial dari bencana banjir yang rutin melanda Ibu Kota. Menurutnya, kerugian yang ditanggung masyarakat Jakarta setiap tahunnya mencapai angka triliunan rupiah. Ia menegaskan bahwa upaya menjaga kebersihan kota merupakan kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah.

Dampak Paling Berat Dirasakan Masyarakat Kecil

JK mengingatkan bahwa beban banjir paling besar justru dipikul oleh warga dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Kawasan permukiman elit seringkali terhindar dari genangan, sementara wilayah padat penduduk dengan infrastruktur terbatas menjadi yang paling menderita.

“Jangan lupa, saat banjir datang, yang paling terdampak adalah rakyat kecil. Wilayah seperti Menteng, Kebayoran, atau Pondok Indah mungkin aman. Yang kebanjiran adalah tempat tinggal dan usaha masyarakat kecil,” ujar JK dalam kegiatan kerja bakti ‘Jaga Jakarta Bersih’ di Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

Rantai Kerugian yang Meluas

Kerugian triliunan rupiah tersebut, lanjutnya, muncul dari efek berantai yang ditimbulkan banjir. Aktivitas ekonomi skala kecil terpaksa terhenti, sementara korporasi besar juga terkena imbas dari terganggunya mobilitas pekerja dan pembatalan janji bisnis.

“Toko-toko dan warung tutup. Bagi perusahaan besar, produktivitas turun karena karyawan terlambat atau tidak bisa masuk. Janji pertemuan bisnis pun banyak yang batal. Ini kerugian kolektif yang sangat besar,” jelasnya.

Gerakan Bersama dari Tingkat Rumah Tangga

Untuk memutus siklus banjir tahunan ini, JK menekankan pentingnya partisipasi aktif setiap warga. Aksi dimulai dari hal sederhana seperti menjaga dan membersihkan saluran air di depan rumah masing-masing.

Ia menggarisbawahi bahwa kapasitas pemerintah dengan ‘pasukan oranye’-nya sangat terbatas. Keterlibatan massal dari masyarakat menjadi kunci.

“Jika pasukan kebersihan kita hanya puluhan ribu, maka kita butuh sejuta warga yang secara rutin membersihkan lingkungan rumahnya sendiri. Ini pada akhirnya untuk kepentingan diri dan keluarga masing-masing,” tegas JK.

Jakarta adalah Tanggung Jawab Bersama

Mantan Wakil Presiden itu kembali menegaskan bahwa Jakarta adalah milik dan tanggung jawab seluruh penghuninya. Peran pemerintah daerah adalah memimpin dan mengkoordinasi, namun keberhasilan pencegahan banjir bergantung pada kesadaran setiap individu, keluarga, dan perusahaan.

“Ini kota kita bersama, bukan hanya kotanya Gubernur. Pemimpin bertugas mengarahkan, tetapi tanggung jawab untuk menjaganya ada di pundak kita semua. Kebersihan lingkungan adalah modal utama mencegah banjir,” pungkasnya.

Back To Top