Ibu Tiri Bantah Aniaya Anak, Sebut Kematian Akibat Leukemia

Ibu Tiri Bantah Aniaya Anak, Sebut Kematian Akibat Leukemia

youforgottorenewyourhosting — Ibu tiri dari korban berinisial TR (47) secara tegas membantah tuduhan telah menganiaya anak tirinya hingga meninggal dunia. TR menegaskan bahwa kondisi fisik NS yang memprihatinkan sebelum wafat merupakan dampak dari penyakit serius, yaitu kanker darah, yang telah lama diderita.

“Jika ada luka atau kulit yang melepuh, itu adalah efek dari panas dalam akibat penyakit kanker darahnya. Informasi ini juga kami dapat dari saksi yang telah melihat diagnosis medisnya,” jelas TR dalam klarifikasinya pada Sabtu (21/2/2026).

Penyakit Penyerta yang Diungkap dalam Berita Acara Pemeriksaan

TR menambahkan bahwa berdasarkan informasi yang tercatat dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di kepolisian, terungkap adanya diagnosis penyakit penyerta lain yang memperberat kondisi NS.

“Dari BAP Pak Surahman di Polsek, disebutkan bahwa anak tersebut didiagnosis menderita leukemia autoimun. Jadi, keadaannya yang parah itu benar-benar disebabkan oleh sakit, bukan hal lain,” imbuhnya.

Klarifikasi Proses Perawatan di Rumah Sakit

TR kemudian menceritakan kronologi saat NS dilarikan ke RSUD Jampangkulon pada suatu Kamis pagi. Ia membantah keras tudingan bahwa ia menelantarkan atau menyembunyikan kondisi anak tirinya. Namun, ia mengakui bahwa dirinya tidak mendengar penjelasan dokter secara langsung karena fokus mengurus administrasi pendaftaran.

“Saat itu kami membawanya ke rumah sakit bersama ayahnya. Kebetulan yang mendampingi NS di ruang pemeriksaan adalah ayahnya, sementara saya sibuk mengurus pendaftaran. Jadi, saya tidak persis mengetahui detail yang disampaikan dokter saat itu,” ungkap TR.

Menanggapi Viralnya Isu Perundungan

Merespon narasi perundungan yang viral di media sosial, TR menilai ada pihak-pihak tertentu yang dinilai terlalu cepat menggiring opini publik sebelum hasil pemeriksaan medis yang komprehensif keluar. Ia menyayangkan tindakan sejumlah orang yang melakukan interogasi terhadap NS saat kondisinya sudah kritis, lalu mengunggah rekamannya tanpa konteks yang jelas.

“Belum ada kepastian apa-apa, videonya langsung diunggah. Akhirnya netizen menghakimi. Padahal, anak sedang dalam keadaan kritis, malah disuruh mengaku-ngaku ini itu,” sesalnya.

Berserah Diri dan Menunggu Proses Hukum

Di akhir pernyataannya, TR menyatakan kesiapannya untuk mengikuti seluruh proses hukum yang berlaku. Di tengah hujatan publik yang menerpanya, ia memilih untuk berserah diri dan percaya pada keadilan yang hakiki.

“Saya pasrah saja, Allah yang Maha Tahu. Aturan manusia bisa diubah dan dibuat, tetapi aturan Allah tidak. Saya berharap ada keajaiban dan kebenaran bisa terungkap dengan jelas,” pungkasnya.

Back To Top