ANGKARAJA — Banjir rob atau banjir pesisir kembali melanda Ibu Kota. Pada Jumat pagi (2/1/2025), ruas Jalan RE Martadinata di Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, tepatnya di depan Jakarta International Stadium (JIS), terendam air laut yang meluap.
Kepala Satuan Tugas BPBD Wilayah Jakarta Utara, Vitus Dwi Indarto, mengonfirmasi bahwa banjir rob mulai merendam kawasan tersebut sejak pukul 08.00 WIB. Ketinggian air berkisar antara 5 hingga 15 sentimeter.
“Pada pukul 08.00 WIB, tinggi muka air di Pasar Ikan tercatat 247 cm dengan status Siaga 2,” jelas Vitus.
Dampak dan Penanganan
Kejadian ini berdampak langsung pada kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut. Arus kendaraan sempat tersendat karena kendaraan terpaksa melintas secara bergantian melewati genangan air.
Air masih merendam lokasi hingga pukul 11.00 WIB dengan ketinggian maksimal 15 cm. Baru pada pukul 13.15 WIB, air berhasil disurutkan setelah dilakukan penanganan intensif dengan mesin pompa.
“Kami berkoordinasi dengan Suku Dinas Sumber Daya Air untuk mengerahkan dua unit pompa apung dan satu pompa mobile. Tim langsung melakukan penyedotan air banjir,” tutur Vitus.
Kondisi Kawasan Lain yang Lebih Beruntung
Sementara di kawasan lain yang juga rawan rob seperti Pluit, khususnya Jalan Dermaga Ujung, Muara Angke, kondisi justru aman. Padahal, tinggi permukaan air di Pasar Ikan sempat mencapai 257 cm dengan status Siaga 1 pada rentang pukul 08.00 hingga 10.00 WIB.
“Alhamdulillah, tidak ada wilayah yang terendam banjir rob di RT 002, RT 005, maupun RT 010 RW 22 Kelurahan Pluit,” kata Vitus. Ia menjelaskan, kawasan tersebut selamat berkat jalan akses utama yang telah ditinggikan, sehingga akses warga tetap normal.
Peringatan Dini Hingga 7 Januari 2026
Sebelumnya, BPBD DKI Jakarta telah mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir di wilayah pesisir Jakarta. Peringatan ini berlaku untuk periode 30 Desember 2025 hingga 7 Januari 2026.
Peringatan ini dikeluarkan menyusul fenomena pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase Bulan Purnama dan Perigee. Kondisi ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum yang dapat memicu banjir rob.
Ada 12 wilayah pesisir Jakarta yang masuk dalam daftar waspada, yaitu Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, dan Kepulauan Seribu.
Imbauan untuk Masyarakat
BPBD mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah pesisir, untuk meningkatkan kewaspadaan dengan beberapa langkah berikut:
1. Memantau perubahan cuaca dan kondisi air laut secara berkala.
2. Menghindari aktivitas di daerah pesisir yang berisiko saat pasang tinggi.
3. Memastikan sistem drainase di sekitar rumah berfungsi dengan baik.
4. Memantau informasi terkini melalui situs resmi BPBD di bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut.
5. Melaporkan potensi genangan atau banjir melalui aplikasi JAKI atau laman pantaubanjir.jakarta.go.id.
BPBD menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam mitigasi dan pelaporan dini. “Dalam kondisi darurat, hubungi nomor 112,” pesan BPBD DKI Jakarta.
