Mobil Terseret Banjir di Bogor, Sungai Cileungsi Siaga 1

Mobil Terseret Banjir di Bogor, Sungai Cileungsi Siaga 1

youforgottorenewyourhosting — Sebuah mobil hanyut terseret arus banjir di Jalan Bali Raya, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, pada Rabu (11/2/2026) sore. Kendaraan berjenis Toyota Avanza yang sedang terparkir itu dilaporkan terseret sejauh belasan meter dari lokasi awalnya sekitar pukul 16.00 WIB.

Ketua Tim Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Andi Sumardi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa mobil tersebut terseret akibat luapan Sungai Cikeas. “Kendaraan lagi parkir di perumahan lalu terseret banjir,” ujar Andi.

Andi memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini karena mobil dalam keadaan kosong. Namun, kendaraan tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah.

Penyebab dan Dampak Banjir

Banjir yang terjadi disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Rabu sore, sehingga memicu luapan sungai yang membawa material lumpur dan batu. Kejadian ini menyebabkan jalanan di dua desa, yakni Desa Cijayanti dan Desa Bojongkoneng, tergenang air bercampur lumpur serta material lainnya.

Air banjir mulai berangsur surut sekitar pukul 18.30 WIB. Saat ini, tim gabungan masih terus melakukan pembersihan sisa lumpur dan batu yang menutupi ruas Jalan Bali Raya dan area perumahan setempat. “Untuk kendaraan yang terseret banjir, sudah dievakuasi,” pungkas Andi.

Sungai Cileungsi Naik Status Siaga 1

Sebelumnya, tinggi muka air (TMA) di titik pantau hulu Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor, dilaporkan berada pada posisi 410 cm atau status siaga 1 pada Rabu malam. Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), Puarman, mengatakan kenaikan TMA ini terjadi pada pukul 19.25 WIB.

“Saat ini TMA sudah top level di posisi 410 cm atau berstatus siaga 1,” ujar Puarman. Kenaikan TMA Sungai Cileungsi berpotensi menyebabkan banjir di wilayah yang dilaluinya. Diperkirakan air akan sampai ke titik pertemuan antara Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas (P2C) sekitar pukul 22.15 WIB.

Imbauan untuk Masyarakat

Puarman juga menyampaikan perkiraan waktu perjalanan air dari hulu Sungai Cikeas ke Bojongkulur dan Jatiasih adalah 3-4 jam. Dengan demikian, masyarakat yang berada di sekitar Bojongkulur, Cikeas, hingga Jatiasih, Bekasi, diimbau untuk bersiap melakukan evakuasi mandiri dengan memindahkan barang berharga, kendaraan, serta mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Vila Nusa Indah 5, Bumi Mutiara, Vila Nusa Indah 1 dan 2, Pangkalan 1A, Vila Jatirasa, Pondok Gede Permai, Kemang Ifi Graha, Pondok Mitra Lestari, Pekayon Jaya, Kemang Pratama, dan Delta Pekayon.

Meski mengimbau kewaspadaan, Puarman juga meminta masyarakat yang berada di bantaran sungai untuk tidak panik dan terus memantau perkembangan tinggi muka air serta informasi resmi dari pihak berwenang.

Back To Top