ITDC Perluas Fasilitas Pengolahan Sampah di Nusa Dua

ITDC Perluas Fasilitas Pengolahan Sampah di Nusa Dua

youforgottorenewyourhosting — PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (InJourney Tourism Development Corporation/ITDC) melakukan ekspansi signifikan pada fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kawasan Nusa Dua, Badung. Luas lahan yang sebelumnya 2.500 meter persegi kini telah digandakan menjadi 5.000 meter persegi dengan memanfaatkan area di kawasan Lagoon Nusa Dua.

Peningkatan Kapasitas untuk Tangani Volume Sampah

Menurut General Manager ITDC Kawasan The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, perluasan ini bertujuan meningkatkan daya tampung dan mengoptimalkan efektivitas pengelolaan sampah. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tingginya volume sampah yang dihasilkan dari aktivitas pariwisata, perhotelan, dan operasional kawasan.

Fasilitas TPS3R ITDC saat ini mengelola sekitar 35 ton sampah per hari, dimana 70 persen di antaranya merupakan sampah organik. Dengan perluasan ini, sistem pengolahan sampah terpadu diharapkan dapat semakin diperkuat.

Integrasi Pengelolaan Sampah Kawasan

ITDC membuka peluang bagi pelaku usaha perhotelan dan restoran di Nusa Dua untuk bergabung dalam sistem pengelolaan sampah terpadu dalam kawasan. Hal ini diharapkan dapat menciptakan koordinasi dan efektivitas yang lebih baik.

“Target kami di tahun 2026 adalah mengkonsolidasikan pengelolaan sampah dari tenant dalam satu sistem di dalam kawasan,” jelas Agus. Namun, kerja sama dengan pihak ketiga yang telah memiliki izin pemerintah dan berkontribusi pada perputaran ekonomi tetap akan dipertahankan.

Mengurangi Beban TPA Suwung

Perluasan fasilitas ini juga bertujuan untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung, Denpasar. Kondisi TPA Suwung saat ini telah melampaui kapasitas, sehingga pengurangan beban sampah dari kawasan pariwisata seperti Nusa Dua menjadi langkah krusial untuk keberlanjutan pengelolaan lingkungan di Bali.

Komitmen Berkelanjutan ITDC

Penguatan fasilitas pengolahan sampah merupakan bagian dari inovasi berkelanjutan ITDC dalam menjaga kualitas lingkungan di kawasan seluas 350 hektare. Komitmen ini memastikan aktivitas pariwisata berjalan seimbang dengan upaya pelestarian.

Selain pengelolaan sampah, ITDC juga telah menerapkan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) untuk mengolah air laut menjadi air bersih. Dalam tiga bulan terakhir, teknologi ini telah memproduksi sekitar 331 ribu meter kubik air bersih, mengurangi ketergantungan pada air tanah dan mendukung keberlanjutan sumber daya air.

Dengan kapasitas produksi hingga 1,31 juta meter kubik per tahun, teknologi SWRO menjadi tulang punggung dalam pemenuhan kebutuhan air kawasan sekaligus penjaga kelestarian lingkungan Nusa Dua.

Back To Top